Soft coral di Pulau Dudepo

 Soft coral di Pulau Dudepo

Pantai pulau ini sungguh mengejutkan !

Haru biru menyergap saat menyaksikan hamparan karang lunak (soft coral) di bibir pantai pulau ini. Dudepo terletak di perairan Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato. Jarak tempuh dari pelabuhan kecil di Lemito menuju pulau ini sekitar satu jam, dengan menggunakan perahu mesin tempel.

Di pulau ini hanya terdapat satu buah bangunan baru, yaitu pos pengawasan masyarakat yang dibangun pemerintah untuk memantau aktivitas pengeboman ikan. Namun pos ini terbengkalai, yang tersisa hanya beberapa baris tulisan di dinding, yang isinya tentang saling tuding siapa perusak laut.

Semula perjalanan kami ke sini untuk meliput aksi pengeboman ikan, yang menurut warga setempat lokasinya berada di sekitar Pulau Dudepo.

Saat tiba di pulau, kami langsung snorkeling tepat di bibir pantai. Tak disangka hanya satu meter dari permukaan air, kami dihadang rimbunnya soft coral berbagai jenis.

Ada yang melambai-lambai mengikuti ombak, ada yang terhampar empuk mirip bantal, hingga berbentuk bunga-bunga mekar. Juga tampak sekitar empat jenis bintang laut, serta  tiga jenis cacing laut dengan warna-warna mencolok.

Pemandangan bawah lautnya begitu berbeda dengan di perairan Gorontalo yang lain. Soft coral jelas sekali mendominasi karang di pantai ini. Rasanya seperti sedang bermain-main di sebuah lapangan yang penuh rumput. Mataku melahap manja setiap sisi pantai ini.

Aku dengan tekun mengabadikan satu per satu karang lunak berikut ikan dan bintang lautnya. Berharap bisa mengidentifikasi semua spesies, untuk melengkapi daftar hasil buruan saat menyelam dan snorkeling selama ini.
Namun baru pada spesies karang ke-15, mata terpana pada coral berbentuk seperti meja (table coral) yang letaknya terbalik, dalam berbagai ukuran. Meja-meja karang tampak seperti habis dijungkirbalikkan oleh orang yang sedang mengamuk.
Penasaran dengan patahan karang yang berserakan, aku lalu berenang agak ke tengah laut. Dasar laut semakin jauh di bawah sana. Kecantikan soft coral di bibir pantai tadi berganti dengan suasana mengenaskan. Terumbu karang hancur di mana-mana. Tak heran pula ikan karang di sekitarnya terlihat sepi.

Table  coral  yang hancur di Pulau Dudepo

Table coral yang hancur di Pulau Dudepo

Beberapa karang yang bertahan, sebagian seperti kurang sehat. Mereka sedang mengalami bleaching atau pemutihan karang. Terumbu sakit seperti ini biasanya lama-lama akan menjelma menjadi batu tak berguna. Sama dengan tak bergunanya pemerintah dalam mengatasi laju pengrusakan ini.
Sebenarnya ingin berlama-lama di Dudepo, menjajaki seluruh bagian darat dan laut. Namun senja, gerimis, dan ganasnya ombak memaksa kami harus melepaskan fins dan bersiap pulang. Pulang dengan perasaan campur aduk.***

2 thoughts on “PAHIT MANIS PULAU DUDEPO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website