GABAYOKEE

Burung Gagang Bayam (Himantopus himantopus) di Gorontalo

Memiliki tubuh berwarna hitam dan putih, serta tungkai yang berwarna merah muda membuat burung ini tampak berbeda di antara burung lainnya.

Saat melangkah, ia menapak dengan pelan dan ringan. Anggun dan memukau. Paruh hitam panjangnya mampu menjangkau bagian tengah tubuh saat membersihkan diri. Suaranya riuh merdu memecah sepi di Danau Limboto, tempatnya menggantungkan hidup.

Burung ini bernama Gagang Bayam (Black-winged Stilt), nama ilmiahnya Himantopus himantopus. Nelayan dan warga di pesisir Danau Limboto mengenalnya sebagai Burung Lilimu. Hingga belasan tahun yang lalu, kehadiran Gagang Bayam di kawasan danau masih melimpah, namun perburuan terhadapnya membuat si anggun ini hanya tampak ramai saat  bulan Agustus hingga Oktober.

Beberapa fotografer sering menemukan burung ini ditembak, lalu dibiarkan tergeletak di tepi danau dan sawah. Katanya dagingnya tak terlalu enak untuk disantap, namun ia diburu karena kecantikannya. Semacam kutukan burung cantik.

IMG_3782

Burung Gagang Bayam (Himantopus himantopus) di Gorontalo

Sebagian gagang bayam di Danau Limboto dan sekitar kabarnya adalah penetap, dan sebagian lagi adalah pendatang. Konon mereka juga menyebar di Eropa, Asia dan Afrika namun saat musim dingin bermigrasi hingga ke kampung halamanku, Gorontalo.

Dalam buku “Burung-Burung di Kawasan Wallacea”, persebaran burung ini di Indonesia mencakup Sulawesi, Ternate, Bacan, Alor, Sumba, hingga Kepulauan Tanimbar. Status burung ini kurang dipedulikan. Habitatnya di payau, rawa, sawah, danau yang dangkal, laguna dan lumpur.

Dari catatan Kutilang.or. id menyebut bahwa para ahli burung, Sibley dan Monroe meyakini ada 6 jenis burung Himantopus di dunia (termasuk Himantopus leucocephalus), yang juga disepakati oleh Clement dalam daftar jenis burung yang dikeluarkannya. Sedangkan  ahli burung lainnya, Howard dan More hanya mengakuinya sebagai satu spesies: Himantopus himantopus.

Burungku…ketahuilah manusia akan memperlakukanmu dengan tiga cara, memotretmu, menembakmu atau tak peduli dengan kehadiranmu. Tapi jangan sampai kami hanya akan mengenangmu kelak.

Bertahanlah burung anggunku….***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website